Sah! Rencana Pengembangan Blok Masela Mendapat Persetujuan

- Penulis

Kamis, 30 November 2023 - 15:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blok Masela (Dok.Reuters)

Blok Masela (Dok.Reuters)

Pada tanggal 28 November lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, memberikan persetujuan untuk revisi kedua Rencana Pengembangan atau Plan of Development (PoD) Blok Masela. Informasi ini diumumkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto.

Dwi optimis bahwa persetujuan revisi PoD ini akan membuka jalan bagi proyek yang menjadi kebanggaan Presiden Joko Widodo untuk memulai produksinya pada tahun 2029. Revisi PoD ini diajukan oleh Inpex bersama Konsorsium Pertamina dan Petronas.

“Dengan disetujuinya revisi PoD kali ini, kita berharap proyek ini dapat memenuhi target produksi pada akhir tahun 2029, sesuai dengan target jangka panjang yang telah ditetapkan,” ujar Dwi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI pada Kamis (30/11/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dwi, perubahan dalam Rencana Pengembangan Blok Masela dilakukan karena operator, yaitu Inpex, ingin menyertakan fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) dalam proyek ini.

Baca Juga :  Desain Surat Suara Pilpres 2024 Terungkap: Gaya Unik dari Tiap Capres-Cawapres

“Kita harus melakukan evaluasi terhadap penambahan investasi tersebut, bagaimana kita dapat menjaga keekonomian proyek sambil tetap mempertahankan penerimaan negara. Hal ini menjadi diskusi mengenai investasi yang dapat dioptimalkan,” tambah Dwi.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah menargetkan proyek Lapangan Abadi, Blok Masela, dapat memulai produksi pada tahun 2029. Hal ini menyusul kehadiran konsorsium PT Pertamina (Persero) dan Petronas di Blok Masela sebagai pengganti Shell yang mundur dari blok tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji, menyatakan bahwa konsorsium yang terdiri dari Inpex, Pertamina, dan Petronas telah sepakat untuk merealisasikan jadwal produksi Blok Masela pada tahun 2029.

“Rencananya, produksi akan dimulai pada tahun 2029. Ketiga pihak, Inpex, Petronas, dan Pertamina, sudah setuju untuk mencapai target produksi gas perdana pada tahun tersebut,” ucap Tutuka setelah acara Penghargaan Keselamatan Migas tahun 2023, pada Rabu (4/10/2023).

Baca Juga :  Segini Gaji dan Tunjangan Fantastis Ketua KPK Firli Bahuri, Berapa Jumlah Duit Dugaan Peras SYL?

Tutuka menambahkan bahwa konsorsium Blok Masela saat ini sedang merevisi Rencana Pengembangan atau PoD. Dalam revisi tersebut, fasilitas CCS akan ditambahkan ke dalam perencanaan pengembangan proyek.

“Ini adalah bagian dari rencananya, dan sekarang mereka sedang merinci detailnya. Salah satu aspeknya adalah menyertakan fasilitas CCS, dan setelah itu, setelah mencapai kesepakatan, PoD yang lebih komprehensif akan diselesaikan,” jelasnya.

Untuk catatan, Lapangan Abadi Blok Masela memiliki nilai investasi sebesar US$ 19,8 miliar, dengan target produksi sebanyak 1.600 juta kaki kubik gas per hari atau setara dengan 9,5 juta ton LNG per tahun, serta gas pipa sebesar 150 juta kaki kubik per hari dan minyak sebesar 35.000 barel per hari. Awalnya, proyek ini diharapkan dapat beroperasi pada kuartal kedua tahun 2027.

Berita Terkait

Profil Komeng, Sang Pelawak yang Meraih Suara Terbanyak di DPD Jabar
Pakar Hukum Yusril Ihza Mahendra Kritik Gerakan Pemakzulan Presiden Jokowi sebagai Langkah Inkonstitusional
Siti Atikoh Supriyanti: Memimpin dengan Sikap Antikorupsi dalam Keluarga
Atikoh Ganjar Bangga Kompaknya Relawan Perempuan Solo Raya; Ajak Gotong Royong dan Pertahankan Kompak di Masa Kampanye
Presiden Jokowi Apresiasi Kinerja Kementerian PUPR dalam Pembangunan Infrastruktur
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Ungkap: Drama Pemilu India Picu Lonjakan Harga Gula di Indonesia
Kaesang Pangarep dan PSI: Panggilan untuk Pemilu 2024 yang Berkelas, Kami Ingin ada Debat Cawapres
FX Hadi Rudyatmo dari PDIP Menilai Pemerintahan Saat Ini sebagai Neo-Orde Baru Plus
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Mei 2024 - 13:06 WITA

Kabar Gembira, Sulteng Ketambahan Daerah Otonom Baru

Senin, 29 April 2024 - 15:25 WITA

OKP Cipayung Bersatu Dukung Polri Jaga Stabilitas Kamtibmas Jelang May Day dan Pilkada Serentak 2024

Jumat, 29 Maret 2024 - 21:02 WITA

LMND Luwuk Banggai Bagikan Takjil Gratis

Kamis, 21 Maret 2024 - 19:50 WITA

Gubernur Rusdy Mastura Umumkan Kembali Maju dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah 2024

Rabu, 6 Maret 2024 - 15:00 WITA

Mahasiswa Palu Demo Tolak Kenaikan Harga Sembako

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:17 WITA

Menuju PSU, Panwaslu Palu Timur Himbau Agar Tak ada Money Politik!

Selasa, 13 Februari 2024 - 21:39 WITA

PW Pemuda Muhammadiyah Sulteng Ajak Warga Jaga Kamtibmas di Pemilu 2024

Selasa, 13 Februari 2024 - 19:04 WITA

Ketua HMI Cabang Buol Rahmat H Pontoh Mendorong Masyarakat Jaga Kamtibmas saat Pemilu 2024

Berita Terbaru

Lainnya

10 Alasan Milenial Indonesia Tertarik Investasi Kripto

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:22 WITA

Siaran Regional

Kabar Gembira, Sulteng Ketambahan Daerah Otonom Baru

Kamis, 2 Mei 2024 - 13:06 WITA

Siaran Regional

LMND Luwuk Banggai Bagikan Takjil Gratis

Jumat, 29 Mar 2024 - 21:02 WITA